Ajak Jaga Persatuan, Ulama Muda Lulusan Al Azhar Kairo Minta Masyarakat Tak Terpancing Gaduhnya Masalah Papua dan UAS

News152 Dilihat

JATENG – Tokoh ulama muda yang berkharismatik jebolan Universitas Al Azhar Kairo satu angkatan dengan Ustadz Abdul Somad, Lc yang saat ini aktif di NU Kab. Pemalang, memberikan pernyataan sikap untuk mengajak masyarakat Provinsi Jawa Tengah untuk menjaga Kesatuan dan Persatuan bangsa Indonesia.

H. Aminul Fikar Masruri, Lc yang ditemui di kediamannya di Yayasan Madrosatul Qur’an beralamat di Desa Mandiraja, Kec. Moga, Kab. Pemalang pada tanggal 30 Agustus 2019 memberikan pernyataan terkait adanya ceramah temen kuliah nya Ustadz Abdul Somad (UAS) yang sedang viral di media sosial dalam forum pengajian yang mengandung unsur menistakan salah satu agama di Indonesia dan terkait adanya berita – berita hoax tentang Papua.

Diketahui, 2 permasalahan yang saat ini sedang genting menimpa Indonesia yaitu adanya pernyataan UAS yang viral dan menuai polemik di masyarakat dikarenakan dianggap telah menistakan agama dan adanya konflik di Papua yang dimulai dengan menghina RAS Papua yang terjadi di salah satu Univesitas di Jawa Timur.

“Adanya 2 polemik itu diharapakan kita harus Tabayun dan Ikhtiar agar bangsa ini selalu di lindungi Allah SWT, selain itu juga kita harus menahan diri untuk tidak terpancing dengan adanya berita-berita yang sumber nya tidak jelas di media sosia,” ungkapnya, hari ini.

Karena, katanya, 2 permasalahan itu akan dimanfaatkan dan dibesar-besarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak suka dengan Pemerintah yang syah saat ini. Mereka akan terus berupaya untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI yang telah terpilih secara sah.

Selain itu, Aminul juga menceritakan pengamatan sejarah Indonesia, bahwa sejarahnya Islam masuk di Indonesia itu berdasarkan kultur dan budaya serta adat dan istiadat, yang dibawa oleh nenek-nenek moyang terdahulu dan adanya Wali Songo di Nusantara ini, namun tetap dengan menggunakan Aqidah dan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Berbagai ragam agama, suku, ras, budaya, dan adat istiadat dahulu bersatu padu untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari adanya penjajahan Belanda dan Jepang. Tugas kita saat ini hanya menjaga saja dan menjalin tali sillaturahmi yang baik dengan sesama manusia,” sambungnya.

Namun belakangan ini banyak terjadi konflik yang sebenarnya akan merugikan bangsa sendiri, karena adanya politik dari dalam dan luar negeri yang memang sengaja dimainkan untuk kepentingan semata. Juga banyaknya anak bangsa yang belajar di Timur Tengah dan pada akhirnya mereka pulang ke Indonesia dan membawa Ilmu bekal yang didapat disana. Namun mereka tidak bisa memadukan antara budaya Indonesia dengan budaya keIslaman yang berada di Timur Tengah, hal itu juga dapat bermasalah.

“Sebagai anak bangsa seharusnya kita dapat mencermati dengan adanya Islam beserta kultur dan budayanya. Dimana budaya itu merupakan suatu ciri khas dari bangsa itu sendiri. Mari kita bersama-sama untuk menjaga NKRI dengan dimulainya dari diri kita sendiri untuk menanam rasa kesatuan dan persatuan serta memahami lagi artinya Kemerdekaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *