Momen Demo 11 April, Mahasiswa Ucapkan Terima Kasih ke Kapolri Atas Instruksi Polisi Humanis

News92 Dilihat

Jakarta – Demo 11 April di depan DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, berakhir ricuh. Bahkan demo di depan DPR diwarnai aksi pengeroyokan terhadap dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando.
Polisi sempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa aksi. Massa juga dihujani semburan air water cannon karena melakukan tindakan anarkistis.

Tetapi kondisi berbeda dengan demo di Patung Kuda, Jakarta Pusat, yang berakhir damai. Demo massa di depan Patung Kuda berakhir pada pukul 17.30 WIB sore tadi.

Sejumlah peserta aksi menyampaikan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Massa berterima kasih karena instruksi Kapolri yang menekankan agar polisi humanis membuat massa aksi berakhir dengan damai.

“Terima kasih, Polisi. Kapolri menginstruksikan negara harus bersikap humanis, tidak boleh menyakiti mahasiswa, tidak boleh menyakiti rakyat,” ujar salah satu peserta aksi sebelum meninggalkan lokasi demo di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022).

Massa membubarkan diri di bawah guyuran air hujan. Sejumlah massa terlihat memakai jas hujan meninggalkan lokasi aksi dengan tertib.

*Pesan Kapolri Kawal Demo Mahasiswa

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat turun dan menemui massa di depan DPR RI. Sigit berorasi dari atas mobil komando mahasiswa demo, berpesan kepada jajarannya untuk mengawal demo ini berjalan lancar.

“Saya dalam posisi yang akan memastikan bahwa seluruh aspirasi adik-adik mahasiswa semua tersampaikan dan kami akan membantu menjaga agar seluruh proses berjalan dengan aman. Oleh karena itu, saya titip juga pada seluruh anggota, tolong kawal, tolong jaga adik-adik kita. Ini anak-anak kita, ini teman-teman kita,” kata Kapolri di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (11/4).

“Jaga mereka, kawal, jangan sampai ada yang menunggangi karena suara aspirasi mahasiswa adalah suara akademisi, suara murni, dan itu harus dijaga harus selalu dikawal dan kami siap untuk mengawal semua aspirasi teman-teman mahasiswa,” ujar Kapolri.

Kapolri memastikan jajarannya bekerja keras mengawal demo mahasiswa 11 April. Kapolri menegaskan mahasiswa adalah mitra mereka juga.

“Suara mahasiswa adalah suara demokrasi. Suara demokrasi harus selalu kita kawal dan polisi dalam posisi siap mengawal aspirasi anak-anak mahasiswa karena kalian adalah mitra-mitra kita semua,” kata dia.

*Tuntutan Demo Mahasiswa di Patung Kuda

Sejumlah mahasiswa demo menyampaikan tuntutannya terkait kenaikan minyak goreng dan bahan bakar minyak (BBM). Salah satu mahasiswa Universitas Bung Karno, Safrudin, menyampaikan alasan mengapa dirinya bersama teman-teman mahasiswa lainnya melakukan aksi demo di kawasan Patung Kuda, bukan di DPR RI.

Menurutnya, ada beberapa permasalahan yang lebih tepat disampaikan kepada pihak istana.

“Karena memang ada problem yang kami nilai tidak tepat kita sampaikan di DPR, seperti kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng, kenaikan PPN, kemudian kenaikan BBM ini kan merupakan kesalahan murni dari Kabinet Indonesia Maju, makannya kita hadir di Istana Negara,” jelas Safrudin kepada wartawan di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022) siang.

“Tapi kalau persoalan penundaan pemilu itu kan memang di DPR, tapi kita pilih di sini karena itu sesuai dengan kesepakatan anak-anak karena seperti yang saya sampaikan tadi mungkin di aksi selanjutnya kami akan melakukan di DPR juga di istana negara,” sambungnya.

Safrudin menegaskan tidak ada tuntutan untuk menurunkan Presiden Joko Widodo dari para mahasiswa. Dia mengatakan para mahasiswa hanya mengkritisi kebijakan terkait perpanjangan masa jabatan presiden.

“Tidak ada kalau dari kami (tuntutan turunkan Jokowi) Kalau dari mahasiswa tidak. Hanya kita mengkritisi kebijakannya bahwa saya bilang konstitusi negara Indonesia hanya mengatur bagaimana cara melengserkan presiden ketika dalam kondisi tertentu,” tutur Safrudin.

“Konstitusi tidak pernah mengatakan bisa memperpanjang masa jabatan atau 3 periode,” imbuhnya.

Safrudin bersama para mahasiswa lainnya berharap agar pemerintah mendengarkan suara mereka. Mereka juga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Harapan kami tidak banyak. Kita berharap pemerintah mendengar suara kita dan mengambil langkah untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Itu saja,” ujar Safrudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *