Panen Dukungan, Tokoh Papua Sebut DOB Akan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi & Percepat Pembangunan Infrastruktur

News78 Dilihat

Papua – Tokoh Adat Malin Ha sekaligus Ketua Front NKRI Merauke Timotius Gedy menegaskan bahwa pihaknya sudah lama menginginkan pemekaran PPS.

Pasalnya, pihaknya selama ini tidak merasakan Otsus yang sebenarnya, Papua Selatan selalu dianaktirikan oleh Pemda Papua.

“Adanya DOB pasti ada manfaatnya dana tidak lagu lewat Jayapura langsung ke PPS bila sudah terbentuk nantinya. Pembangunan infrastruktur bisa dilaksanakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tegas Timotius, hari ini.

Selanjutnya, manfaat lainnya adalah pendidikan dan pelayanan kesehatan bisa lebih positif dan semuanya tidak tergantung kepada Jayapura.

Hal yang sama juga disampaikan Agustinus Mahuze selaku tokoh Pemuda Papua Pemerhati Lingkungan. Ia menpunyai harapan besar terhadap pemekaran DOB khususnya para pemuda di Papua untutk berkiprah dalan mengisi pos Pemerintah dan dunia pendidikan.

“Kami sangat berharap DOB tidak hanya menyentuh level atas atau orang-orang penting tapi menyentuh kepada akar rumput seperti masyarakat, pemerintah mengawasi dan memperhatikan distribusi dana Otsus sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kecil,” sambungnya.

Berkaitan dengan bidang yang ia geluti selama ini, maka dengan pemekaran DOB akan terbentuk wilayah pemerintahan baru, pusat ekonomi baru, pemukiman baru sebagai dampak positif DOB.

“Namun harus diperhatikan semua itu jangan sampai merusak lingkungan, lingkungan harus tetap dirawat dan dilestarikan,” ujarnya lagi.

Tokoh Muda Perempuan Muyu Olivia Ongtob juga mengaku bahwa wilayah Papua terbelenggu dengan Otsus di Jayapura dan pihaknya tidak merasakan adanya Otsus. Banyak diskriminasi oleh Pemerintah Daerah Papua terhadap mereka yang di Pesisir Selatan Papua.

“Pemda Papua terlalu fokus di daerah Pegunungan dan Papua Utara baik politik dan ekonomi,” katanya.

Menurutnya, dalam bidang Politik harap dikaji ulang tentang pemilihan dengan sistem noken, karena selama ada noken tidak ada keterampilan Papua tidak akan ada di DPRD Prov. Papua. Karena di PS menggunakan One Man One Vote.

“Sebagai perempuan Papua, saya punya harapan terhadap para perempuan Papua Selatan dengan adanya PPS nantinya terbuka lebar kesempatan untuk berkiprah dalam karier, jangan disia-siakan,” cetusnya.

Untuk itu, pihaknya mendukung DOB agar bisa keluar dari diskriminasi baik politik, ekonomi dan pembangunan, itulah manfaat dan nilai positif dari DOB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *