Kampung Inggris Tak Lagi Hanya di Pare, Gandaria Utara Bangun Model Berbasis Komunitas

Nasional11 Dilihat

JAKARTA SELATAN — Istilah Kampung Inggris selama ini identik dengan kawasan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang dikenal sebagai salah satu pusat pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia. Kini, semangat belajar bahasa Inggris dengan pendekatan berbasis masyarakat dikembangkan di tengah permukiman Jakarta Selatan melalui program RT Inggris di RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru.

Program yang dikenal dengan nama Erte English ini dikembangkan oleh Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara, IPTU Imam Basori, yang akrab disapa Ibas. Konsepnya terinspirasi dari semangat Kampung Inggris Pare, tetapi diterapkan dengan pendekatan berbeda, yakni menggabungkan pembelajaran bahasa Inggris dengan kehidupan warga, pengelolaan lingkungan, dan keamanan.

Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris

Berbeda dengan konsep Kampung Inggris Pare yang dikenal sebagai kawasan pembelajaran bahasa Inggris, RT Inggris Gandaria Utara mencoba menjadikan lingkungan RT sebagai ruang belajar.

Anak-anak, remaja hingga orang dewasa diajak mengenal kosakata dan percakapan bahasa Inggris yang dekat dengan aktivitas sehari-hari. Sejumlah fasilitas dan titik di lingkungan RT juga diberi label berbahasa Inggris agar warga terbiasa melihat, membaca dan menggunakan kosakata tersebut.

Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara, IPTU Imam Basori atau Ibas, mengatakan program tersebut dibangun secara bertahap agar masyarakat memiliki dasar sebelum nantinya dibuka untuk peserta yang lebih luas.

“Kami ingin membangun pondasinya terlebih dahulu selama kurang lebih tiga bulan. Warga RT 11 kita biasakan dulu dengan bahasa Inggris melalui aktivitas sehari-hari. Jadi bukan sekadar belajar di kelas, tetapi bagaimana bahasa Inggris itu hidup di lingkungan kita,” ujar Ibas.

Menurut Ibas, konsep tersebut memang mengambil inspirasi dari Kampung Inggris Pare, tetapi tidak dimaksudkan untuk meniru secara keseluruhan.

“Kalau Kampung Inggris di Pare sudah berkembang menjadi sebuah kawasan pendidikan bahasa Inggris. Kami mencoba membuat konsep yang berbeda di tingkat RT. Bahasa Inggris kita integrasikan dengan kehidupan warga, termasuk kegiatan lingkungan dan keamanan,” jelasnya.

Belajar Bahasa Inggris Sambil Mengelola Sampah

Salah satu keunikan RT Inggris adalah keterkaitannya dengan program lingkungan dalam inovasi Bang Jali atau Bareng Jaga Lingkungan.

Warga tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga dapat mempraktikkan kosakata melalui aktivitas pengelolaan sampah. Program seperti Komling atau Kompos Keliling, KOMA atau Komposter Mandiri, dan Smart Geprek menjadi bagian dari ekosistem kegiatan warga.

Dengan pendekatan tersebut, lingkungan bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi sekaligus menjadi laboratorium pembelajaran.

“Misalnya kita bicara tentang waste, organic waste, plastic, compost, clean, sort, recycle. Itu semua bisa dipelajari sambil warga melakukan kegiatan nyata. Jadi pendidikan bahasa Inggris berjalan, kepedulian lingkungan juga berjalan,” kata Ibas.

Terhubung dengan Pilar Keamanan

Konsep RT Inggris juga tidak berdiri sendiri. Program ini menjadi bagian dari inovasi Bang Jali yang memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas warga, termasuk pilar keamanan.

Lingkungan RT 11 telah mengembangkan berbagai inovasi keamanan berbasis masyarakat. Dalam konteks pembelajaran bahasa, aktivitas tersebut juga dapat menjadi media praktik percakapan dan kosakata bahasa Inggris.

“Kami ingin semua pilar saling terhubung. Ada pendidikan, lingkungan dan keamanan. Jadi warga belajar bahasa Inggris dari sesuatu yang memang mereka lakukan setiap hari. Ketika ada kegiatan lingkungan, bisa belajar bahasa Inggris. Ketika ada aktivitas keamanan, juga bisa menjadi bahan praktik,” ujar Ibas.

Tiga Bulan Membangun Pondasi

Program Erte English saat ini diarahkan terlebih dahulu untuk membangun kebiasaan dan pondasi dasar warga RT 11.

Setelah tahap awal tersebut berjalan, konsepnya akan dikembangkan menjadi kelas yang lebih terbuka dengan berbagai tingkatan kemampuan.

“Target kami setelah tiga bulan pondasi warga terbentuk, nanti kita akan membuka kelas umum dengan berbagai level. Jadi bukan hanya warga RT 11 yang belajar, tetapi nantinya siapa pun yang ingin belajar bisa datang dan mempraktikkan langsung bahasa Inggris bersama warga,” tutur Ibas.

Menurutnya, konsep tersebut memungkinkan peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga mempunyai kesempatan untuk mempraktikkan bahasa Inggris dalam situasi kehidupan nyata.

“Yang menarik nantinya bukan hanya belajar bahasa Inggris, tetapi langsung praktik dengan warga. Ada aktivitas lingkungan, ada pengelolaan sampah, ada kegiatan keamanan. Semuanya saling berkaitan. Jadi bahasa Inggris menjadi alat komunikasi yang hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.

Membawa Semangat Kampung Inggris ke Lingkungan RT

Konsep RT Inggris Gandaria Utara pada akhirnya bukan sekadar membuat kelas bahasa Inggris baru. Program ini mencoba membawa semangat Kampung Inggris ke lingkungan masyarakat dengan pendekatan yang lebih terintegrasi.

Jika Kampung Inggris Pare dikenal sebagai kawasan pembelajaran bahasa Inggris, maka RT Inggris Gandaria Utara mencoba membangun model pembelajaran berbasis komunitas yang menggabungkan pendidikan, lingkungan dan keamanan.

Melalui Erte English, warga diharapkan tidak hanya mengenal bahasa Inggris sebagai mata pelajaran, tetapi menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari.

Dari lingkungan RT, bahasa Inggris dipelajari. Dari kegiatan warga, bahasa Inggris dipraktikkan. Dan dari program lingkungan serta keamanan, bahasa Inggris menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Konsep inilah yang menjadi bagian dari inovasi Bang Jali (Bareng Jaga Lingkungan) di RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *