Brimob Terus Berjibaku Tangani Banjir Padang, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Nasional13 Dilihat

PADANG – Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sumatera Barat mengerahkan sekitar 300 personel untuk membantu penanggulangan bencana banjir dan mengevakuasi warga terdampak akibat curah hujan tinggi di wilayah hukum Polresta Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026).

Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat yang menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Hingga Minggu (11/10/2026), personel Brimob masih melaksanakan kegiatan pencarian dan pertolongan (SAR), termasuk evakuasi warga di sejumlah lokasi terdampak.

Operasi SAR tersebut dipusatkan di tiga wilayah, yakni Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah; Dadok Tunggul Hitam; serta Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Sebanyak 300 personel Satbrimob Polda Sumbar dibagi menjadi tiga tim untuk mempercepat penanganan di lapangan. Tim pertama berkekuatan 200 personel dipimpin Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, S.I.K., M.H., dengan lokasi penugasan di Perumahan Lumin Park.

Sementara itu, Tim 2 yang berkekuatan 50 personel dari Batalyon A Pelopor dipimpin Ipda Abdul Hamid bertugas di Dadok Tunggul Hitam. Adapun Tim 3 yang terdiri atas 50 personel Detasemen Gegana, dipimpin Wakil Komandan Detasemen Gegana Kompol Tomi Harianto, bertugas di wilayah Guo, Kuranji.

Untuk mendukung kelancaran operasi, personel dibekali berbagai perlengkapan SAR, antara lain perahu karet, pelampung, helm keselamatan, tali karmantel, alat komunikasi, mesin tempel, serta kendaraan operasional dan angkutan personel.

Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung proses evakuasi sekaligus meningkatkan keselamatan personel saat membantu warga di lokasi terdampak banjir.

Ratusan Warga Mendapat Bantuan Evakuasi

Berdasarkan laporan sementara, sekitar 300 warga telah dievakuasi dari kawasan Perumahan Lumin Park. Sementara di wilayah Guo, Kuranji, sebanyak 30 warga dilaporkan telah dievakuasi dari kawasan yang terdampak banjir.

Di Perumahan Lumin Park, sekitar 100 rumah dilaporkan terdampak berdasarkan pendataan awal. Adapun di wilayah Guo, Kuranji, tercatat lima unit rumah terdampak. Sementara itu, Tim 2 yang bertugas di Dadok Tunggul Hitam masih disiagakan untuk mendukung penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Secara keseluruhan, laporan sementara juga mencatat sekitar 700 rumah mengalami genangan banjir di sejumlah kawasan terdampak. Pendataan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan jumlah rumah terdampak dan kondisi warga secara menyeluruh.

Kehadiran personel Brimob di tengah situasi tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses evakuasi, memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh bencana.

Utamakan Keselamatan Warga

Selain melaksanakan evakuasi, personel SAR Brimob terus bersiaga untuk merespons kebutuhan masyarakat. Sejumlah perlengkapan dan bantuan yang dibutuhkan warga terdampak di antaranya senter, pelampung, jas hujan, generator listrik atau genset, powerbank, makanan siap saji, dan air mineral.

Kebutuhan tersebut menjadi perhatian penting untuk mendukung keselamatan warga, terutama apabila genangan banjir menghambat aktivitas sehari-hari dan akses terhadap kebutuhan dasar.

Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik mengatakan, seluruh personel dikerahkan untuk membantu mengevakuasi warga dan memastikan keselamatan masyarakat di lokasi terdampak.

“Kami mengerahkan personel dan perlengkapan SAR untuk membantu warga yang terdampak banjir. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, dan personel akan terus bersiaga serta berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Kegiatan SAR ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur dalam menghadapi bencana. Dalam situasi darurat, kecepatan bertindak, koordinasi, dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan di lapangan.

Hingga laporan ini disusun, personel Satbrimob Polda Sumbar masih melanjutkan kegiatan evakuasi dan penanganan di wilayah terdampak. Perkembangan situasi serta kebutuhan warga terus menjadi perhatian dalam upaya membantu masyarakat melewati kondisi darurat akibat banjir tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed